Laman

Sabtu, 03 Agustus 2013

Goresan tinta : Tentang Bulan dan Bintang

Tentang Bulan dan Bintang
Karya : lailia rahmawati SMAN 1 TUBAN

            Tahukah kau adalah lentera pandu dikala sesat mengadu? Menjadi langkah ketika jejakku terhuyung dalam gamang? Penopang hariku atas khilaff masa lalu? Atas salah masa silam? Namun senyummu bercerita tentang ada batas diantara rasa. Sungguh sepenuh hati aku mendambamu, aku mencintaimu. Yakinlah!
            Usah ragu bahwa kita  punya rasa seirama. Seperti disetiap senja yang bercerita tentang kita apa adanya. Tentang langit, tentang pantai, tentang warna dunia yang semestinya. Karena hanya disetiap hadirmu kembali kusimpul setitik keyakinan. Dan diteduhnya senyummu ada keikhlasan yang indah. Jangan biarkan aku kembali kejurang kehampaan dalam bisu. Biarlah masa lalu membeku. Biarkan!
            Masa silam adalah cermin, dan persahabatan adalah jembatan untuk sadari bahwa kita telah terlahir kembali. Kurajuk engkau. Yakinlah rasa kita satu, rasa ini nyata. Dan jika mencintaimu adalah salah, jangan ajari aku apa yang semestinya. Biarkan dunia tahu kamu milikku dan aku milikmu. Kuingin hanya dirimu yang ada di setiap laju hidupku. Mengarungi semestamu dalam warna yangsudah kita miliki. Menuai setiap kerinduan dalam damai. Kehadiranmu menjadikan cinta ini cerita indah tentang kita.

Kay melepaskan surat digenggamannya. ia tak sadar ada orang yang begitu tulus menyimpan rasa padanya. Senjapun nantinya akan tahu apa yang benar-benar terjadi. Air mata ini jatuh perlahan. Perlahan tetapi semakin deras hingga panas memenuhi wajahnya.
            “kenapa baru sekarang aku tahu kebenaran ini? Aku ingin kau tahu kalau akupun menyimpan rasa padamu.” Tangis kay makin tak terbendung.
Teringat kay akan kejadian di puncak bukit itu. Kejadian beberapa bulan lalu. Saat ia bersama dengan kayla dan mahasiswa lainnya melakukan bakti sosial di sebuah desa di pelosok Papua. Desa itu merupakan salah satu desa dengan tingkat kekeringan tertinggi di Papua. Tetapi meski begitu, semangat warga desa tersebut untuk tetap hidup, bekerja dan bahagia amatlah tinggi. Itu yang membuat kay dan kayla begitu terharu. Ternyata walaupun mereka dalam kekurangan tetapi mereka tetaplah mampu membuat kebahagiaan hadir di tengah mereka. Sekecil apapun itu.
            “kay, apa kau tahu bagaimana bintang tercipta?” tanya kayla
“siapa yang tahu? Tapi bila aku boleh menebaknya. Pasti karena bulan kesepian setiap malam harus menerangi bumi ini sendirian.” Kata kay
“hihihi.. dulu bulan memang sangat kesepian. Ia meminta pada penguasa langit untuk memberikannya teman. Pengguasa langit pun menuruti permintaan bulan. Tapi nyatanya bulan dan bintang tak pernah muncul bersama.” Jawab kayla.
Senyum tersungging di bibirnya. Kay sempat menoleh untuk melihat senyum itu. Senyum yang sangat cantik. Senyum seorang bidadari.
“lalu untuk apa bulan mendapat teman kalau mereka tak bisa muncul bersama?” tanya kay bingung.
“karena ada sesuatu yang ingin diberitahukan penguasa langit pada bulan. Kau pasti akan mengetahuinya kay. Percayalah!” jawab kayla.
Angan kay pun kembali melayang. Dalam kesedihan ia teringat obrolannya terakhir kali dengan kayla.
“kay, kau masih ingat ceriita tentang bulan dan bintang?”
“tentu aku masih ingat la... tapi aku masih tak tahu apa maksudnya.” Jawab kay bingung.
“hahaha... kau begitu lucu kay. Aku tak akan pernah lupa wajah bingungmu itu. Tak akan lupa. Tak akan pernah!” kata kayla.
“bila kau ingin memberiku tebak-tebakan lagi, jangan sekarang!” kata kay.
“tidakk. Siapa yang ingin memberimu tebak-tebakan? Aku hanya ingin memberimu ini.” Kata kayla sembari memberikan sepucuk surat kepada kay.
“apa ini? Apa ini surat cnta? hahaha” kata kay.
“kau akan tahu apa isinya. Tapi jangan pernah buka ini sebelum waktunya!” kata kayla
“kalau kau ingin mengatakan sesuatu. Kenaapa tidak langsung saja?” kata kay
“kau selalu begitu. Selalu terburu-buru. Kay.. kalau nanti terjadi sesuatu pada salah satu diantara kita. Ingatlah selalu akan cerita bulan dan bintang. Jangan cemberut lagi.” Ucap kayla
“sudahlah.. aku bukan pecundang. Lagi pula tak akan terjadi apa-apa pada kita.”
Kayla hanya tersenyum. Senyum yang selalu membuat hati kay berdebar keras. Beberapa hari setelah itu kay tak pernah bertemu kayla lagi. Ia sudah bertanya kepada siapapun. Bahkan kepada tukang bakso langganan kayla. Tapi tak ada satu orangpun yang tahu kemana kayla. Hingga suatu hari datang surat dari keluarga kayla.
Kay. Kami minta maaf bila selama ini kau sudah mencari kayla tapi tak menemukan sesuatupun tentangnya. Kami hanya ingin memberi tahu bahwa kayla ada di rumah neneknya. Di surabaya. Kayla sangat merindukanmu. Dan kami tahu kau pasti juga sangat merindukannya. Kami harap kau segera kemari. Sebaiknya kau bergegas.
Kay pun segera mengambil tasnya dan pergi kesurabaya menggunakan bus. Sepanjang perjalanan ia diselimuti tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa dengan kayla? Kay tak tenang selama perjalanan. Tapi akhirnya ia sampai di rumah nenek kayla. Ketika ia masuk ia begitu terkejut melihat kayla terbaring di kasur tak berdaya. Ia begitu pucat. Tak ada segurat cahaya diwajahnya.
“kayla.. bangun la.. aku sudah sampai. Aku ada disini. Kau bilang kau rindu pada ku. Kayla.. ayo bangun” kata kay
Orang tua kayla pun begitu terharu. Mereka tak sanggup mengatakan bahwa kayla telah meninggal 30 menit sebelum kedatangan kay.
“kay. Bangunlah. Kayla sudh bahagia di surganya. Ia pasti sedih melihatmu begini. Ia selalu bilang bahwa ia sangat membenci dirinya sendiri bila kau sampai terluka.” Kata ibu kayla.
“tante, apa yang sebenarnya terjadi pada kayla? Kenapa ia tak pernah cerita apapun.”
“ia menitipkan ini pada kami. Kau bisa membacanya. Dan apakah kau masih menyimpan surat yang dulu ia berikan padamu?”  tanya ayah kayla.
Kay pun mengangguk dan menerima surat itu. Segera ia membacanya.
Kay. Aku tak mau melihatmu menangis lagi. Berjanjilahkau tak kan pernah bersedih lagi. Kay, apa kau tahu? Bersamamu menjalani hidup ini adalah surga bagiku. Kau masih ingat cerita bulan dan bintang? Bulan dan bintang tak akan pernah bisa muncul bersama walaupun mereka diciptakan untuk bersama. Tapi walau bulan tak pernah muncul saat bintang muncul, tapi bulan tahu apapun yang terjadi pada bintang. Hal sekecil apapun itu. Aku iri dengan mereka. Hahaha... aku tahu kita bisa seperti itu. Karena mulai sekarang kita akan menjalaninya. Kau bintang dan aku bulan. Baik-baik ya bintang ku..
Kayla            
air mata langsung membentuk aliran-aliran di pipi kay. Air mata yang terjatuh karena kehilangan sahabat yang dicinta. Kini tak ada lagi seorang yang akan menemaninya melalui hari. Kini ia sendiri. Tapi ia tetap yakin bahwa bulan pasti akan selalu mengawal bintang ini. Bulan yang selalu memperhatikan bintangnya. Bulan yang akan selalu bersama bintang. Kay mencium kening kayla dan mengatakan betapa ia sangat mencintainya.



selesai






Tidak ada komentar: