Tentang Bulan dan Bintang
Karya : lailia rahmawati SMAN 1 TUBAN
Tahukah
kau adalah lentera pandu dikala sesat mengadu? Menjadi langkah ketika jejakku
terhuyung dalam gamang? Penopang hariku atas khilaff masa lalu? Atas salah masa
silam? Namun senyummu bercerita tentang ada batas diantara rasa. Sungguh
sepenuh hati aku mendambamu, aku mencintaimu. Yakinlah!
Usah
ragu bahwa kita punya rasa seirama.
Seperti disetiap senja yang bercerita tentang kita apa adanya. Tentang langit,
tentang pantai, tentang warna dunia yang semestinya. Karena hanya disetiap
hadirmu kembali kusimpul setitik keyakinan. Dan diteduhnya senyummu ada
keikhlasan yang indah. Jangan biarkan aku kembali kejurang kehampaan dalam
bisu. Biarlah masa lalu membeku. Biarkan!
Masa
silam adalah cermin, dan persahabatan adalah jembatan untuk sadari bahwa kita
telah terlahir kembali. Kurajuk engkau. Yakinlah rasa kita satu, rasa ini
nyata. Dan jika mencintaimu adalah salah, jangan ajari aku apa yang semestinya.
Biarkan dunia tahu kamu milikku dan aku milikmu. Kuingin hanya dirimu yang ada
di setiap laju hidupku. Mengarungi semestamu dalam warna yangsudah kita miliki.
Menuai setiap kerinduan dalam damai. Kehadiranmu menjadikan cinta ini cerita
indah tentang kita.
Kay melepaskan surat digenggamannya. ia
tak sadar ada orang yang begitu tulus menyimpan rasa padanya. Senjapun nantinya
akan tahu apa yang benar-benar terjadi. Air mata ini jatuh perlahan. Perlahan
tetapi semakin deras hingga panas memenuhi wajahnya.
“kenapa
baru sekarang aku tahu kebenaran ini? Aku ingin kau tahu kalau akupun menyimpan
rasa padamu.” Tangis kay makin tak terbendung.
Teringat kay akan kejadian di puncak
bukit itu. Kejadian beberapa bulan lalu. Saat ia bersama dengan kayla dan
mahasiswa lainnya melakukan bakti sosial di sebuah desa di pelosok Papua. Desa
itu merupakan salah satu desa dengan tingkat kekeringan tertinggi di Papua.
Tetapi meski begitu, semangat warga desa tersebut untuk tetap hidup, bekerja
dan bahagia amatlah tinggi. Itu yang membuat kay dan kayla begitu terharu.
Ternyata walaupun mereka dalam kekurangan tetapi mereka tetaplah mampu membuat
kebahagiaan hadir di tengah mereka. Sekecil apapun itu.
“kay,
apa kau tahu bagaimana bintang tercipta?” tanya kayla
“siapa yang tahu? Tapi bila aku boleh
menebaknya. Pasti karena bulan kesepian setiap malam harus menerangi bumi ini
sendirian.” Kata kay
“hihihi.. dulu bulan memang sangat
kesepian. Ia meminta pada penguasa langit untuk memberikannya teman. Pengguasa
langit pun menuruti permintaan bulan. Tapi nyatanya bulan dan bintang tak
pernah muncul bersama.” Jawab kayla.
Senyum tersungging di bibirnya. Kay
sempat menoleh untuk melihat senyum itu. Senyum yang sangat cantik. Senyum
seorang bidadari.
“lalu untuk apa bulan mendapat teman
kalau mereka tak bisa muncul bersama?” tanya kay bingung.
“karena ada sesuatu yang ingin
diberitahukan penguasa langit pada bulan. Kau pasti akan mengetahuinya kay.
Percayalah!” jawab kayla.
Angan kay pun kembali melayang. Dalam
kesedihan ia teringat obrolannya terakhir kali dengan kayla.
“kay, kau masih ingat ceriita tentang
bulan dan bintang?”
“tentu aku masih ingat la... tapi aku
masih tak tahu apa maksudnya.” Jawab kay bingung.
“hahaha... kau begitu lucu kay. Aku tak
akan pernah lupa wajah bingungmu itu. Tak akan lupa. Tak akan pernah!” kata kayla.
“bila kau ingin memberiku tebak-tebakan
lagi, jangan sekarang!” kata kay.
“tidakk. Siapa yang ingin memberimu
tebak-tebakan? Aku hanya ingin memberimu ini.” Kata kayla sembari memberikan
sepucuk surat kepada kay.
“apa ini? Apa ini surat cnta? hahaha” kata
kay.
“kau akan tahu apa isinya. Tapi jangan
pernah buka ini sebelum waktunya!” kata kayla
“kalau kau ingin mengatakan sesuatu.
Kenaapa tidak langsung saja?” kata kay
“kau selalu begitu. Selalu terburu-buru.
Kay.. kalau nanti terjadi sesuatu pada salah satu diantara kita. Ingatlah
selalu akan cerita bulan dan bintang. Jangan cemberut lagi.” Ucap kayla
“sudahlah.. aku bukan pecundang. Lagi
pula tak akan terjadi apa-apa pada kita.”
Kayla hanya tersenyum. Senyum yang
selalu membuat hati kay berdebar keras. Beberapa hari setelah itu kay tak
pernah bertemu kayla lagi. Ia sudah bertanya kepada siapapun. Bahkan kepada
tukang bakso langganan kayla. Tapi tak ada satu orangpun yang tahu kemana
kayla. Hingga suatu hari datang surat dari keluarga kayla.
Kay.
Kami minta maaf bila selama ini kau sudah mencari kayla tapi tak menemukan
sesuatupun tentangnya. Kami hanya ingin memberi tahu bahwa kayla ada di rumah
neneknya. Di surabaya. Kayla sangat merindukanmu. Dan kami tahu kau pasti juga
sangat merindukannya. Kami harap kau segera kemari. Sebaiknya kau bergegas.
Kay pun segera mengambil tasnya dan
pergi kesurabaya menggunakan bus. Sepanjang perjalanan ia diselimuti tanda
tanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa dengan kayla? Kay tak tenang selama
perjalanan. Tapi akhirnya ia sampai di rumah nenek kayla. Ketika ia masuk ia
begitu terkejut melihat kayla terbaring di kasur tak berdaya. Ia begitu pucat.
Tak ada segurat cahaya diwajahnya.
“kayla.. bangun la.. aku sudah sampai.
Aku ada disini. Kau bilang kau rindu pada ku. Kayla.. ayo bangun” kata kay
Orang tua kayla pun begitu terharu.
Mereka tak sanggup mengatakan bahwa kayla telah meninggal 30 menit sebelum
kedatangan kay.
“kay. Bangunlah. Kayla sudh bahagia di
surganya. Ia pasti sedih melihatmu begini. Ia selalu bilang bahwa ia sangat
membenci dirinya sendiri bila kau sampai terluka.” Kata ibu kayla.
“tante, apa yang sebenarnya terjadi pada
kayla? Kenapa ia tak pernah cerita apapun.”
“ia menitipkan ini pada kami. Kau bisa
membacanya. Dan apakah kau masih menyimpan surat yang dulu ia berikan
padamu?” tanya ayah kayla.
Kay pun mengangguk dan menerima surat
itu. Segera ia membacanya.
Kay.
Aku tak mau melihatmu menangis lagi. Berjanjilahkau tak kan pernah bersedih
lagi. Kay, apa kau tahu? Bersamamu menjalani hidup ini adalah surga bagiku. Kau
masih ingat cerita bulan dan bintang? Bulan dan bintang tak akan pernah bisa
muncul bersama walaupun mereka diciptakan untuk bersama. Tapi walau bulan tak
pernah muncul saat bintang muncul, tapi bulan tahu apapun yang terjadi pada
bintang. Hal sekecil apapun itu. Aku iri dengan mereka. Hahaha... aku tahu kita
bisa seperti itu. Karena mulai sekarang kita akan menjalaninya. Kau bintang dan
aku bulan. Baik-baik ya bintang ku..
Kayla
air mata langsung membentuk
aliran-aliran di pipi kay. Air mata yang terjatuh karena kehilangan sahabat
yang dicinta. Kini tak ada lagi seorang yang akan menemaninya melalui hari.
Kini ia sendiri. Tapi ia tetap yakin bahwa bulan pasti akan selalu mengawal
bintang ini. Bulan yang selalu memperhatikan bintangnya. Bulan yang akan selalu
bersama bintang. Kay mencium kening kayla dan mengatakan betapa ia sangat
mencintainya.
selesai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar